POST MODERN

Istilah post modern pertama kali digunakan oleh ahli sejarah Toynbee di tahun 1875. Toynbee memunculkan istilah post modern untuk menjelaskan berakhirnya dominasi barat, dan berkembangnya budaya non barat. Secara sederhana, definisi dari post modern adalah sebuah pemikiran yang mengkritik pandangan modernisme melalui cara pandang yang cenderung pada keanekaragaman, bukan homogenitas, pada kejenakaan bukan serius, cenderung pada berantakan daripada bersih, cenderung pada penggambaran (picturesque) walaupun terkadang juga memiliki keteraturan geometris.

Ketidakpercayaan pada modernisme berangkat dari kekecewaan akibat berbagai bencana (perang dunia, perang vietnam, dll) dan ketimpangan sosial ekonomi dan budaya internasional. Rasionalisme sebagai dasar utama dari modernisme dianggap tak mampu selesaikan berbagai permasalahan. Oleh karena itu muncul upaya menemukan alternatif pemikiran spiritual dan menghidupkan kembali nilai-nilai agama (revitalisasi) maupun kepercayaan yang bersifat positif maupun negatif.

Ketidapercayaan pada modernisme kemudian menyatu dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Keanekaragaman visual dan budaya dunia yang kompleks dipadukan dengan teknologi komputer dan elektronik menghasilkan era desain grafis yang majemuk dan gegap gempita-terjadi sebuah diskursus (wacana) global dalam desain. ‘Mengecilnya’ dunia inilah yang disebut Marshall Mcluhan sebagai global village (kampung dunia). Charles Jencks menjelaskan post modern sebagai gaya percampuran yang berkaitan dengan:

  • ingatan kesejarahan (terutama dalam arsitektur)
  • permasalahan setempat / lokal
  • metafora dan ambiguitas

Beberapa konsep

Ciri-ciri seni post modern:

1. Post modern adalah gerakan budaya:

  • dimulai oleh seniman dan arsitektur di NY, USA tahun 1960an
  • kemudian menjalar ke Eropa tahun 1970, diawali oleh pemikir-pemikir Perancis.

2. Hilangnya batas antara seni dan kehidupan sehari-hari, karena seni tidak lagi bercerita, melainkan mengeksplorasi hakekat realitas.

a. membuat karya-karya eksperimental

b. percaya pada keterpecahan jiwa manusia

c. musik dianggap bergerak dalam waktu

d. waktu dianggap bersifat dinamis

e. ruang dianggap bersifat statis

f. tradisi-tradisi lama dimunculkan kembali

3. Kebudayaan dan kesenian elit dihilangkan jaraknya dengan kebudayaan dan kesenian populer.

4. Semua yang dibicarakan oleh post modern adalah non seni, tetapi kemudian bisa diterapkan pada seni, karena tidak ada batas-batas antara seni dan non seni.

5. Karya seni dianggap daur ulang saja yang sifatnya eklektis (campuran) antara barat dan timur.

6. Kedalaman pemikiran tidak dipentingkan lagi, cukup pemikiran dangkal saja.

7. Realitas bisa dipindahkan ke image, jadi yang penting adalah image / kesan.

8. Bentuk dan gaya lebih penting daripada isi / kualitas seni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: