Archive for Aliran-aliran Seni

Constructivism

Berkembang sekitar tahun 1914 hingga 1920, merupakan pengaruh Kubisme yang berkembang di Rusia. Estetika menurut seniman Konstruktivisme berkaitan dengan bentuk atau bidang geometris kinetic, sebagai sebuah cerminan zaman modern yang dikuasai oleh mesin. Konstruktivisme ditemukan oleh pemahat dan pelukis Rusia, Vladimir Tatlin. Nama itu diturunkan dari “konstruksi” pada pemahat-pemahat abstrak dari material-material industri, seperti metal, jaringan, dan bagian dari plastic. Pembangunan relief Tatlin dari 1913 sampai 1917 merupakan pekerjaan pergerakan pertama. Ia telah bergabung sebelum 1920 dengan seniman-seniman Aleksandr Rodchenko, El Lissitzky, Naum Gabo, dan Antoine Pevsner, dan lainnya.

Walaupun pergerakannya terbagi menjadi beberapa bagian di bahun 1920 an, secara keseluruhan idenya terdiri dari abstrak, fungsionalisme, dan utilitarianisme. Utilitarianisme, perilaku dominant seni pada saat Union of Soviet Socialist Republics (USSR) baru lahir, yang membuat seni lebih mudah dimengerti dan berguna bagi masyarakat.

Menurut El Lissitzky, bidang persegi empat adalah sumber dari segala ekspresi kreatif. Para seniman konstruktivisme adalah pelopor pembaruan (Russian Avant-garde) seni Rusia. Seni harus dinikmati oleh semua kelas masyarakat secara merata. Tidak boleh ada perbedaan seni kelas atas (kaum borjuis) maupun untuk kelas bawah (kaum proletar). Konstruktivisme adalah seni resmi untuk pemerintahan Bolshevik di Rusia. Konstruktivisme bersama Futurisme den De Stjil banyak mempengaruhi desain grafis ketika seniman-seniman aliran tersebut mengajar di sekolah Bauhaus. El Lissitzky juga banyak berekperimen dengan fotogram, (“memotret tanpa kamera” yaitu mengolah cahaya pada kertas foto di kamar gelap).

referensi:
Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved.
Adityawan.s, arief, tinjauan desain dari revolusi industri hingga posmoderen, jakarta, Universitas tarumanagara UPT penerbitan, 1999, hal 39.

de stijl

De Stijl atau dalam Bahasa Inggris The Style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni De Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni.

De Stijl adalah nama dari sebuah majalah seni di belanda. Tokoh utama pendirinya adalah Piet Mondrian. De stijl adalah aliran seni yg tidak representasional, tidak ilustratif ataupun naratif. De Stijl menggunakan bentuk-bentuk geometris dengan susunan konstruksi yang sangat teknis. Dilihat dari bentuknya yang demikian de stijl dapat disebut sebagai bagian dari aliran atau gerakan seni eropa yang dinamakan konstruktivisme.

Pada awalnya Mondrian banyak dipengaruhi oleh kubisme-nya Picasso. Namun kubisme tidak mengembangkan abstraksi secara optimal sebagaimana yang diinginkan oleh Mondrian : “the expression of pure reality” (Fachereau, 1994:20). Ini yang menyebabkan Mondrian mengembangkan sendiri abstarksi dengan menghilangkan berbagai garis lengkung sehingga tersisa garis vertikal dan horisontal. Gaya ini disebut sebagai neo-plastisisme.

Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.

Pada dasarnya aliran De Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep De Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa De Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, De Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.

De Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah De Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg.

Seniman yang terlibat dalam gerakan De Stijl :
Piet Mondrian (1872 – 1944)
Theo van Doesburg (1883 – 1931)
Ilya Bolotowsky (1907 – 1981)
Marlow Moss (1890 – 1958)
Amédée Ozenfant (1886 – 1966)
Max Bill (1908 – 1994)
Jean Gorin (1899 – 1981)
Burgoyne Diller (1906 – 1965)
Georges Vantongerloo (1886 – 1965)
Gerrit Rietveld (1888 – 1964)
Bart van der Leck (1876 – 1958)

referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/De_Stijl

http://www.tipsdesain.com/sejarah.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Modernisme

http://en.wikipedia.org/wiki/De_Stijl

Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan, 1999, 45-46.

art nouveau

Art Nouveau adalah sebuah gaya seni internasional yang mencakup seni, arsitektur bangunan, dan desain, yang mencapai kepopularitasan pada abad 20. karakteristik yang menonjol pada gaya art nouveau adalah sangat berdekorasi tinggi, bergelombang, yang seringkali digambarkan dengan lekuk bentuk kurva bunga yang meliuk-liuk atau motif tumbuhan lain. Nama art nouveau sendiri berasal dari atau diambil dari nama sebuah toko di Paris, Maison de’l Art Nouveau, yang dibuka pada tahun 1895 oleh Siegfried Bing.

aliran ini menggunakan beberapa nama sebagai berikut.
• Di Jerman : Jugendstil (gaya muda) dari nama sebuah majalah Die Jugend.
• Di Austria : Vinna Secession
• Di Italia : Stile Liberty
• Di Spanyol : Modernista
• Di Inggris : Glassgow School

Pada dasarnya, aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yg dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu, ukiran dan uliran flora yang dibuat juga cenderung tampil berlebihan untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional.

Gaya art nouveau mengalami puncak kejayaannya pada tahun 1890-1905. Salah satu lukisan pertama yang terinspirasi dari gaya art nouveau ini terdapat di Roquetaillade castle. Lukisan Viollet le-Duc ini disimpan di puri tersebut pada tahun 1850, dan walaupun pada awal pembuatannya dimaksudkan untuk kebangkitan gaya gothic, tapi lukisan ini adalah merupakan contoh murni atau contoh awal gaya art nouveau – alur tumbuhan dan warna.

Gerakan pertama atau karya art nouveau pertama di tahun 1880 adalah desain cover buku Arthur Mackmurdo, yang menggunakan pengerjaan tangan full, yang diterbitkan pada tahun 1883.

Tokoh-tokohnya adalah Charles Rennie Mackintosh (Inggris), Henry Van de Velde (Austria), seorang arsitek Antoni Gaudi (Spanyol). Gaya art Nouveau pada awalnya dimaksud sebagai sebuah seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art) namun dalam kenyataannya lebih banyak diterapkan dalam seni dan barang-barang untuk konsumsi orang-orang kaya.

Para seniman pada saat itu hanya mementingkan daya tarik estetis, misalnya dengan cara menampilkan figur wanita. Selain Cherret, seniman lainnya adalah Piere Bonnard, Henri de Toulouse-Lautrec. Pada saat art nouveau berkembang, gaya poster dipengaruhi oleh ornamen-ornamen floral tersebut. Misalnya poster untuk rokok job, karya seniman Cekoslovakia Alpons Mucha. Pengaruh art nouveau terlihat dari poster yang dipenuhi oleh ornamen flora dan tanpa dimensi ruang, gambar bersifat datar. Secara keseluruhan gaya art nouveau itu memperlihatkan desain yang memiliki perpaduan gambar, tipografi, dan ornamen dekoratif yang berirama.

Referensi:
Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan, 1999, 15-17.
art nouveau@wikipedia.org

futurisme

Futurisme dari bahasa Perancis, futur atau bahasa Inggris, future yang keduanya berarti “masa depan” adalah:
1. sebuah ilmu yang mempelajari masa depan
2. aliran seni yang avant-garde, atau sebelum masanya, terutama pada tahun 1909 Masehi
3. pandangan yang lebih mementingkan masa depan.

Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsure ekspresi dalam desain. Artinya, dalam futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair futurisme yang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan perasaannya dalam berpuisi.
Para futuris mengeksplorasi setiap bagian dari seni, termasuk lukisan, patung, puisi, teater, musik, arsitektur, bahkan gastronomi. Pujangga Italia, Filipo Tommaso Marinetti, adalah yang pertama diantara mereka yang menghasilkan sebuah manifesto pada filosofi artistik.

Polemik Marinetti dengan segera menarik dukungan para pelukis Milanese seperti Umberto Boccioni, Carlo Carra, dan Luigi Russolo yang ingin merealisasikan ide-ide Marinetti ke dalam suatu bentuk seni visual. Pelukis Giacomo Ballaa dan Gino Severini bertemu Marinetti pada 1910 dan bersama dengan Boccioni, Carrà dan Russolo menerbitkan Manifesto of the Futurist Painters yang menggambarkan manifesto Marinetti dengan penuh kekerasan dan deklamasi.

Para pelukis futuris lambat dalam mengembangkan masalah yang berkaitan. Pada 1910 dan 1911 mereka menggunakan teknik divisionisme, memecah cahaya dan warna menjadi titik-titik dan garis-garis, yang diciptakan oleh Seurat.

Cubo Futurisme
Cubo-futurisme merupakan pusat dari futurisme di Rusia yang mendapat pengaruh dari kubisme dan berkembang di Rusia pada 1913.

Para futuris Rusia, seperti Velimir Khlebnikov, Aleksey Kruchenykh, Vladimir Mayakovsky, David Burlyuk, sangat terpukau dengan dinamisme, kecepatan, dan kehidupan urban modern yang tak pernah beristirahat. Para Futurisme Rusia cenderung ke arah literatur ketimbang gerakan artistik.

referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Futurism_%28art%29

Adityawan.s, arief, tinjauan desain dari revolusi industri hingga posmoderen, jakarta, Universitas tarumanagara UPT penerbitan, 1999, hal 39.

art deco

Berawal dari pameran yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs es industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatlah nama Art Deco. Dalam kamus karya Guy Julier Art Deco tidaklah dianggap sebagai sebuah gerakan namun hanyalah gaya atau kecendrungan dalam desain. Art Deco pada walnya muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Gaya ini dipengaruhi oleh aliran Kubisme dan Fauvisme, serta juga gaya mesin dan Indian Aztec, Amerika Selatan. Selain itu pula gaya pedesain modernisme awal seperti Josef Hoffmann, Frank Llyod Wright, Adolf Loos juga banyak diserap ke dalam Art Deco. Di Amerika gaya Art Deco jugag menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan tranportasi yaitu, munculnya ornament – ornament dekoratif yang memanfaatkan unsur – unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas.

Art Deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen kelas menengah ke atas yang sesaat (Heller, 1988: 127). Gaya Art Deco ini disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecendrungan dekoratif lama. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan – bahan mahal dan sedikit ornamen hias.

Bahasa visual dari Art Deco yang bersifat heroic dan futuristic membuat gaya ini dapat diterapkan pada materi pesan apapun baik komersil maupun untuk poltik. Art Deco adalah kecendrungan visual yang murni gaya, tanpa ideology apapun.

Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembang, namun kelas menengah yang mampu tetap memiliki kecendrungan estetis pada gaya dekoratif. Di Perancis perkembangan Art Deco ini juga dipengaruhi oleh dunia mode.

Dalam desain grafis tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Perancis, adalah AM, Cassandre, Jean Carlu.

Bila modernisme menggunakan “Less is more” maka art Deco mencoba tampil di tengah – tengah jaman modernisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias. Bila modernisme berpegang pada “Form follows function” maka Art Deco tiba – tiba tampil dengan gaya hiasannya. Art Deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik. Di jerman, gaya geometris Bauhaus digabungkan dengan bentuk – bentuk yang ekspresif banyak dimanfaatkan oleh para pendesain. Di Swiss gaya Art Deco merupakan asimilasi antara gaya Art Deco Perancis yang romantis dan gaya Art Deco Jerman menghasilkan gaya khas Swiss. Di Negara – Negara seperti Italia, Inggris, dan Amerika gaya Art Deco pun banyak digemari. Di Amerika, gaya Art Deco dipengaruhi oleh ornamen – ornamen Indian amerika Utara ataupun Indian Aztec.

Bila New Typographic dari Tschichold menekankan fungsi maka sebaliknya tata letak Art Deco mementingkan kebebasan, anarkis dan suasana karnaval (Muchyar) Sebuah buku berjudul “Mise en Page” (1929) karya pedesain Art Deco Perancis A. Tollmer menjelaskan :
“…lay out harus bebas dari segala aturan. Untuk mendapatkan kombinasi yang paling bervariasi, menjadi sangat perlu untuk membuang susunan yang setia pada sumbu vertical – horizontal. Dapatkan komposisi miring (Oblique) atau lengkungan. Inilah teknik modern untuk periklanan modern.”

Desain mobil dan pesawat terbang menjadi pedoman umum dalam desain produk dan interior. Kedua sarana yang menggunakan teknologi terkini itu didesain berdasarkan prinsip keilmuan dalam bidang aerodinamika dan hidrodinamika, sehingga pesawat terbang dan mobil dapat bergerak semakin cepat menembus udara dan air. Desain badan pesawat terbang dan mobil haruslah dapat mengurangi hambatan udara atau angin. Desain badan yang memiliki garis dan bentuk ramping dan lurus sehingga disebut Streamline, dengan ujung meruncing atau membulat sehingga dapat mengikuti alur atau arus air dan udara (Streamline = garis arus). Namun kemudian penggunaan prinsip Streamline ini sesungguhnya lebih disebabkan alasan dekoratif, karena diterapkan pada benda – benda yang sesungguhnya tidak membutuhkan pengurangan hambatan udara atau air.

Gaya streamline pada akhirnya menjadi sekedar unsur dekoratif sebagai alat dari produsen untuk memenuhi fantasi – fantasi futuristik dari konsumen.

Referensi:
Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan, 1999, 67 – 72

bauhaus

Bauhaus berasal dari kata Bauen ( to build/mengembangkan atau membangun) dan haus adalah rumah,bauhaus dikenal dengan “house of building” atau “building school”. Berdirinya Bauhaus adalah ketika Jerman masih mengalami keresahan sosial-ekonomi akibat perang dunia pertama.

Tahun 1917 Walter Gropius juga menyatakan bahwa para intelektual harus melakukan perpindahan atau pergantian front, dari medan pertempuran fisik menuju medan pertempuran budaya. Walter Gropius, seorang arsitek yg pernah bekerja di bawah Peter Behrens, menganggap sistem Werkbund Jerman ketinggalan jaman sehingga perlu reformasi pendidikan seni rupa. Ketika perang usai Gropius mengirimkan proposal sebuah perombakan pendidikan dan sekolah seni rupa yang disetujui oleh pemerintah pada saat itu.bermula dari definisi sebuah impian yaitu “membangun untuk masa depan”, merupakan sebuah sekolah di Jerman yang mengkombinasikan kriya dan seni murni, dan sebagai jalan untuk mengajar dan menyebarkan desain.

Gropius menjelaskan tentang tujuan sekolah ini: seniman dan keriyawan bekerjasama untuk menciptakan “bangunan masa depan”. Gaya Bauhaus merupakan salah satu aliran yang paling berpengaruh dalam modernist architecture dan desain moderen.

Secara singkat dapat disebutkan beberapa prinsip yang berlaku dalam pengajaran Bauhaus:
– dipengaruhi seni ekspresionisme
– mengunakan garis Bauhutte
– menggabungkan seni dan kriyawan
– pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Bauhaus memiliki cita-cita utopia membangun masyarakat spiritual baru.

Para pendesain yang pernah menjadi direktur Bauhaus:
Walter Gropius (memimpin hingga 1928), Johannes Itten, L. Mies Van der Rohe (1886-1969).

Van der Rohe terkenal dengan diktum/ ungkapan: “less is more”. Ide-ide baru diajarkan ketika Paul Klee dan Vassily Kandinsky mengajar di Bauhaus tahun 1920 dan 1922. Klee menggabungkan seni moderen dengan seni primitif dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual. Menurut Kandinsky warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri. Tokoh pengajar lain adalah Johannes Itten. Itten-lah yang pertama kali menerapkan metode khusus dasar (preliminary course) bagi para siswa Bauhaus yang sebagaimana yang kini banyak diterapkan dalam pendidikan tinggi desain. Pada tahun 1923 Itten keluar dari Bauhaus karena adanya perbedaan pendapat dengan Gropius. Metode yang diajarkan Itten dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang menitikberatkan pada rasionalisme dan desain untuk mesin. Bauhaus cenderung pada bahasa rupa dalam desain yang obyektif (prinsip moderenisme) dan menolak metode pendekatan yang subyektif dan selera pribadi. Tahun 1923, Bauhaus beraksi dengan mengubah program, dimana image masa depan memiliki motto : “teknologi dan seni sebagai kesatuan baru”.

Lazlo Moholy-Nagy terkenal dengan desain yang memanfaatkan tipografi dengan cermat: “Tipografi adalah alat komunikasi, harus berkomunikasi dalam bentuk yang paling kuat”. “Kejelasan (clarity) sangat penting”. Legibility (tingkat keterbacaan) juga menjadi perhatian Moholy-Nagy selain juga menciptakan bahasa tipografi yang lentur.

Jan Tshichold (1902-1974) terkenal dengan buku-buku mengenai dasar-dasar desain tipografi yang berjudul :
– “Elementare Typographie” tahun 1925
– “Die Neue Typographie” tahun 1928
Beberapa pemikiriannya mengenai tipografi adalah:
– Susunan huruf asimetris
– Huruf sans serif dengan ukuran dan berat (ketebalan) yang berbeda: kembali pada bentuk dasar alfabet.
– Susunan desain vertikal/horisontal.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa jasa terbesar Bauhaus adalah:
1. menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu.
2. memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain moderen (yang kemudian terkenal dengan “international style”.

referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Bauhaus

http://www.bauhaus.de/english/bauhausarchiv/index.htm

http://www.bauhaus.de/english/bauhaus1919/index.htm

http://luciensteil.tripod.com/newarchitecteducation

Adityawan S., Arief, Tinjauan Desain dari Revolusi Industri hingga Posmederen, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT Penerbitan, 1999, hal 57-63

art and craft movement

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas.

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:
1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis
2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

Organisasi ini didirikan oleh John ruskin dan william Morris tahun 1888 di Inggris. Menurut dugaan mereka desain yang bagus berhubungan dengan tingkat sosial yang bagus.Ini merupakan visi sosial dimana para pekerja yang tidak bertindak brutal karena kondisi pekerjaan yang mereka temui di pabrik, tetapi cukup dapat bangga dengan hasil kerja tangannya dan keahliannya. Peningkatan kelas konsumen serupa dengan peningkatan produk-produk manufaktur para konsumen.

Kedua pendiri memiliki paham sosialis, diantara ide-ide mereka adalah:
1. reformasi sosial
2. penolakan metode kerja pabrik yang membuat buruh kerja secara mekanis tanpa kesenangan. Ruskin cenderung pada metode kerja abad pertengahan dimana pekerja memiliki keterampilan dan kesenangan dalam proses produksi sebuah barang
3. menghasilkan barang yang indah dengan harga terjangkau orang banyak

Salah satu kritik muthesius (mata-mata kebudayaan Jerman) untuk art and craft movement adalah bahwa walaupun berusaha menyediakan barang-barang indah untuk masyarakat banyak, namun ternyata barang yang dibuat menjadi mahal dan hanya dapat dijangkau oleh kalangan kaya di Inggris.

Glassgow school didirikan oleh Charles Rennie Mackintosh, Margaret, dan Frances Macdonald dan George Walton. Di satu sisi Glassgow school dikaitkan dengan Art nouveau karena desainnya dipenuhi ornamen walaupun lebih bersifat geometris (ornamen Celtic, khas Skotlandia). Di sisi lain Glassgow school melalui hubungan antara Mackintosh sebagai muris William Morris banyak mendapat pengaruh dari art and craft movement.

Karya-karya Mackintosh seringkali tidak mementingkan keahlian dan keterampilan tangan yang tinggi. Karya furniturnya dibuat dengan keterampilan yang rendah dan sering kali melupakan konstruksi yang tradisional. Oleh orang-orang sejamannya Mackintosh lebih dianggap sebagai pendesain art Nouveau Eropa.

Di austria pengaruh dari gerakan seni dan kriya Inggris ini menyebabkan berdirinya Winner Werkstatte. Bengkel kriya ini didirikan tahun 1903 oleh Josef Hoffmann, Koloman Moser dan Fritz Warndorfer.

referensi: http://char.txa.cornell.edu/art/decart/artcraft/artcraft.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_seni_dan_kriya

Adityawan s.,Arief, Tinjauan Desain dari Revolusi Industri hingga Posmoderen, Universitas Tarumanagara UPT Penerbitan, 1999, hal 11-15.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.